Yahoo Answers is shutting down on May 4th, 2021 (Eastern Time) and beginning April 20th, 2021 (Eastern Time) the Yahoo Answers website will be in read-only mode. There will be no changes to other Yahoo properties or services, or your Yahoo account. You can find more information about the Yahoo Answers shutdown and how to download your data on this help page.

? asked in Ilmu SosialEkonomi · 1 decade ago

mengapa nilai mata uang kita nilai nominalnya sangat besar namun daya belinya rendah?

setujukah anda apabila angka nol pada nilai mata uang kita dipangkas?, contohnya 1000 rupiah menjadi 1 rupiah, 10.000 rupiah menjadi 10 rupiah saja dan seterusnya. toh juga nilainya saat ini sama. menurut saya uang kita hanya kebanyakan angka nol nya aja. bagaimana menurut kalian

1 Answer

Rating
  • 1 decade ago
    Favorite Answer

    Yang anda maksud mungkin bukan daya beli rendah, tapi nilai tukarnya rendah. Nilai tukar dan daya beli itu berbeda. Nilai tukar adalah kemampuan suatu mata uang untuk dapat ditukarkan dengan barang/jasa.

    Nilai kurs mata uang kita memang rendah dibanding dengan nilai kurs mata uang asing. Tapi tinggi rendah kurs mata uang itu tidak penting, yang terpenting justru pertumbuhan ekonominya, karena yang berpengaruh pada tingkat kemakmuaran dan stabilitas perekonomian itu adalah pertumbuhannya. Saat menghadapi krisis 2008 kemarin Indonesia justru menduduki 3 besar negara yg mampu menciptakan pertumbuhan positif di samping India dan Cina. Sementara negara lain termasuk Amerika dan beberapa negara maju di Eropa pertumbuhannya minus.

    Justru dengan nilai kurs yang rendah banyak keuntungan bagi negara kita, karena dalam perdagangan luar negeri akan membantu kelancaran eksport kita. Sebab negara lain akan memandang harga barang di Indonesia murah, shg mereka akan membeli barang-barang produk kita. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan eksport, pemerintah kadang mengambil langkah Devaluasi (sengaja menurunkan nilai kurs mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri terutama dolar US)

    Yang anda sampaikan dulu pernah ditempuh oleh pemerintah kita pada masa orde lama, dengan Senering (pengguntingan nilai mata uang) Juga pernah penurunan nilai kurs mata uang kita Rp. 1000 menjadi Rp 1,- ternyata upaya itu tidak membawa pertumbuhan ekonomi yang baik. malah sebaliknya. Wah kalu diterangkan panjang banget nich. cukup dulu ya ?

Still have questions? Get your answers by asking now.